Archive for September, 2016

Pelatihan Manajemen Kepala Sekolah

September 27, 2016

Peningkatan mutu kompetensi kepala sekolah menjadi salah satu prioritas pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan kepemimpinan sekolah yang mampu meningkatkan mutu sekolah. Materi-materi di review ulang untuk pencerahan seperti Pendidikan mental, penyusunan RKAS, Penyusunan EDS, Penulisan Best Practice dan Penelitian Tindakan Sekolah, dan outbond menjalin kekompakan.

Di sela-sela kegiatan kami membuat acara sendiri sebagai selingan. Juli 2016

img-20160726-wa0024

img-20160726-wa0025

img-20160726-wa0026

img-20160730-wa0075

img-20160727-wa0011

img-20160727-wa0018

Iklan

Revisi Kurikulum 2013 mandiri

September 27, 2016

implementasi kurikulum 2013 `sejak dilaunching pada tahun 2013 sampai tahun 2016 ini selalu mengalami perubahan. Perubahan itu setiap tahun selalu disosialisasikan untuk menyamakan persepsi dikalangan pendidik. untuk itu saya mendapat tugas sebagi fasilitator bersama Bapak Eko Ryadi guru dari SMKN 36 Jakarta bertempat di SMKN 12 Jakarta Utara untuk guru-guru matematika SMK swasta bulan Agustus 2016. Berikut dokumentasi yang tersimpan.

Bersama Bapak Eko

img-20160812-wa0078

img-20160813-wa0002

Bertemu teman kuliah di Muhamaddiyah, Puryana (no 2 dari kanan)img-20160812-wa0100

img-20160813-wa0003

Peserta Kurikulum Mandiri dari SMK swasta Jakarta Utaraimg-20160812-wa0052
Bersama Peserta dan Pengawas
img-20160812-wa0114

img-20160812-wa0115

img-20160812-wa0116

img-20160812-wa0117

SATATIB (SADAR TATA TERTIB)

September 16, 2016

Sekolah memiliki fungsi sebagai tempat pendidikan dan pembelajaran. dua unsur ini bagaikan dua buah sisi mata pisau yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya harus berjalan beriringan. Pengalaman dan pengamatan telah banyak memberikan kita masukan bahwa tidaklah cukup memiliki siswa yang pandai tetapi attitudenya berlawanan. Pendidikan harus mampu mencetak manusia-manusia baru yang cerdas dalam berpikir, tangkas dalam berbuat dan santun dalam bertindak.

Untuk itu dimanapun keberdaan keteladanan orang-orang yang dituakan sangat mendominasi ketercapaiannya. demikian juga dengan di sekolah. Di SMKN 33 Pun  banyak guru dan karyawan yang telah menunjukkan itu memberikan keteladanan yang baik melalui sikap , perkataan dan perbuatan kesehariaannya.  tapi masih ada beberapa yang harus dipoles dari sisi komit terhadap tata tertib sekolah. terutama kehadiran, kepedulian terhadap kebersihan, dan konsistensi penanganan siswa pelanggar ketertiban..

Hal itu bukan tanpa alasan, kondisi saat ini , tampilan media yang menyebarkan maraknya ikut campur orang tua yang jorjoran dalam mengahadapi gaya mendidik guru, membuat guru-guru menjadi kurang peduli pada berbagai masalah perilaku siswa yang memang tidak menimbulkan kerawanan sosial tapi cukup membuat gatal mata  ; ada kondisi kelas/ruang yang kurang nyaman baik dari segi penataan, prioritas perawatan yang tidak dipetakan, sampah-sampah pembungkus makanan dan minuman ada  yang masih diletakkan tidak ditempatnya kadang dilantai, di selasar, dibawah meja, bahkan di sela pot tanaman, ada bagian di lantai 1 yang selalu penuh jejak kotor sepatu dari puluhan kaki-kaki lalu lalang, lantai tiga yang diserahkan pada seseorang petugas kebersihan yang belum sadar dengan tugasnya.

Menggali kembali komitmen  guru tentang positifnya keteladanan bagi siswa dalam berbagai hal memberikan warna sendiri. Tapi selama itu komitmen yang disepakati dan disusun bersama dari oleh dan untuk warga sekolah, menjalankan dan menegakkan kedisiplinan dan ketertiban warga sekolah semoga menjadi ringan.

Dimulai dari koordinasi mereview tata tertib sekolah bersama seluruh guru dan karyawan, ide=ide dan perbaikan  tentang tata tertib seperti apa yang harus disusun, difahami dan dilaksanakan bersama berdatangan. Yang diinginkan tata tertib itu tidak terlalu muluk-muluk, tetapi wajar-wajar saja simple tetapi mengena.

Yang tertpenting adalah bagaimana semua menyadari bahwa tata tertib itu perlu ada, perlu dijalankan dan perlu ditindaklanjuti. Satatib setiap orang harus sadar akan adanya tata tertib. Tanpa itu semua tatanan akan kacau.

Ada peribahasa yang mengatakan dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Perinahasa tak bertuan itu telah ada jauh-jauh hari. ratusan tahun mungkin, hal itu menunjukkan bahwa orang terdahulu yang katanya kolot, kuno, konvensional atau apalah istilah lainnya sangat memahami bahwa tiak ada satu bagian pun dimuka bumi ini yang tidak dikendalikan oleh tata tertib. Hal lain yang harus difahami tata tertib antara satu temapat dengn lainnya mungkin tidaklah sama. Tata tertib di rumah tentulah berbeda dengan tata tertib di sekolah tapi tujuaannya sama  untuk menyamankan individu yang ada di dalamnya. jika ingin nyaman dan aman laksanakan apa yang boleh dan tinggakan yang tidak boleh demikian sebaliknya langgarlah tata tertib maka hidupmu tidak akan nyaman.

Jika tata tertib tsb dilangar maka kan ada efek yang tidak saja meugikan si pelanggar tetapi juga orang-orang yang ada di sekitar pelanggar. Contoh pelanggar tata tertib dan efeknya sudah sangat banyak kita temui dalam kehodupan sehari-hari.  stiap hari kita dengar dan mungkin juga kita rasakan.  Ketika terjadi pelanggaran tata tertib maka ada sesuatu yang bergeser, bisa ketercapaiannya, bisa bentuknya atau juga tata tertib itu sendiri yang harus digeser.

Demikian juga dengan sekolah, tata tertib memegang peranan yang sangat penting dalam mencapai tujuan sekolah. jika siswa dan guru  harus memulai jam pertama pukul  jam 6.30 maka artinya siswa dan guru harus sdh ada di kelas pukul 6.30. Program perencanaan kegiatan belajar yang dirancang guru akan terlaksana dengan baik dan akan terselesaikan sesuai waktunya. tetapi jika bergeser maka durasi kbmpun akan bergeser akaibatnya ada guru mata pelajaran lain yang dirugikan karena jamnya harus dipakai atau siswa yang dirugikan karena ada materi yang harus dikurangi durasi waktunya padahal secara durasi belum terserap semua atau harus diganti dijam lain sehingga semua harus menyiapkan waktu tambahan yang semestinya dapat digunakan untk mengerjakan hal lain.  Itu dampak kecil pelanggaran tata tertib yang akibatnya merambat ke orang lain dan ke hal lain.

Tata tertib kadang juga sudah bagus, tapi periode tertentu harus ditnjau ulang untuk diperbaiki. karena mungkin sudah tidak sesuai lagi. tata tertib yang baik bersumber dari kebutuhan individu didalamnya dan disusun bersama   dari oleh dan untuk indivdu sendiri. Sehingga tata tertib itu tidak akan menjadi momok untuk saling menyalahkan kalau terjadi sesuatu yang menumbuhkan ketidakpuasan.

Tata terib sekolahpun harus demikian, harus disusun dengan melibatlan unsur individu2 yang ada di sekolah. jika terlalu banyak dapat ditunjuk perwakilannya. siapa saja yang berkaian dengan sekolah libatkan. ada guru, karyawan, siswa, orang tua, bahkan sampai pengisi kantin.

 

raker7 raker6

Rapat Koordinasi Tata Tertib dengan guru

Menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan melaksanakan jumat sehat menjadi bagian dari tata tertib.

img-20160829-wa0056

img-20160719-wa0071

img-20160709-wa0034

Kebersiha sekolah

jumat1

jumat2 jumat3 jumat7

 

 

 

 

 

 

Jumat sehat

img-20160903-wa0085

Beseragam Sesuai aturan

Semoga tata tertib yang telah disusun dapat dilaksanakan  dan menjadi highlight utk kita lakukan bersama. tata tertib harus menjadi pondasi yang membentengi segala yang kita lakukan. Dengan tertib bertatatertib manajemen sekolah akan sangat terbantu. Tata tertib dimulai dari hal-hal yang kecil tetapi jika dibiarkan dilaksanakan sembarangan akan menimbulkan efek yang sangat besar yang menghambat tercapainya tujuan sekolah. Dalam kehidupan nyata tidak ada kebakaran yang dimulai dari api yang besar. Kebakaran yang besar  terjadi dari api kecil yang dibiarkan terus menyala dan membakar sedikit demi sedikit lingungan sekitarnyabaik  dengan sengaja atau tidak sengaja.

jangan biarkan warga sekolah melanggar tata tertib yang telah dibuat. Biasakanlah dan bahkan jika perlu paksa warga sekolah untuk mematuhi tata tertib agar menjadi pembiasaan yang akan berpengaruh dalam membentuk pribadi yang berkarakter positif, Ayo satatib!

PRESTASI SEKOLAH

September 16, 2016

SMKN 33 Jakarta merupakan salah satu sekolah di Provinsi DKI Jakarta yang memiliki prestasi  baik . Tahun 2016 ini SMKN 33 mendapatkan prestasi tertinggi SMK untuk perolehan UN seJakarta Utara. dalam mata pelajaran produktif pun menantongi juara 1 LKS Nasional untuk kompetensi keahlian Jasa Boga.  Hari ini 16 September sang juara hadir di gedung balai kota untuk menerima penghargaan dari Gubernur DKI, Basuki Cahaya Purnama.david-gubernur

Prestasi lain, SMKN 33 Jakarta merupakan satu-satunya sekolah yang masih memiliki dan melaksanakan kerjasama luarnegeri dalam kegiatan Paktek Kerja Lapangan siswanya yaitu dengan negara Malaysia dibawah lembaga Ramada Plaza yang tergabung dalam Group windham  Hospitality, lembaga yang memiliki jaringan hotel bintang lima  yang cukup luas di kawasan asia pasifik.  Sehingga SMKN 33 di jadikan outlet kerjasama luarnegeri bagi sekolah-sekolah DKI yang ingin melakukan hal yang sama.

Kegiatan ini sangat memiliki nilai positif tertutama dalam menghadapi era MEA. siswa-siswa yang melakukan praktek kerja diluar negeri ini kembali dengan perubahan posiitif yang sangat baik. selain kompetnsinya meningkat, kemampuan bahasa inggrisnya terasah, attitudenya lebih dr kawan-kawan lain dan wawasan kebangsaannnya menjadi bertambah. Berpraktek dinegara lain mmeberikan pengalaman yang tidak akan diperoleh siswa di bangku sekolah, di rumah atau di lingkungan tempat bermainnya. Pengalaman itu membawa aura baru, membuat siswa menjadi lebih dewasa dalam bertindak, matang dalam berpikir dan memiliki motivasi untuk menjadi sukses di masa depan dan siap menghadapi  MEA, AFTA atau apapun.

Aura itu tentu saja harus ditindaklanjuti di sekolah agar iklim yang pernah mereka rasakan tidak hanya jadi iklim semusim saja. Oleh karena itu pemetaan untuk membuat prioritas tindak lanjut menjadi sangat penting. Siswa-siswa tersebut harus dimotivasi agar mampu menularkan berbagai pengalam positif  yang ia peroleh kepada adik-adiknya. SMKN 33 Jakarta harus berubah lebih baik lagi dari tahun ke tahun agar dapat menajdi bagian untuk mewujudkan Jakara sebagai  barometer pendidikan.

Tindak lanjut dari itu tahun 2016 ini SMKN 33 Jakarta memperoleh secara resmi sertifikat untuk mengikutsertakan siswa dalam sertifikasi intrenasional dari grup Windham Hospitality, jaringan perhotelan internasional yang tersebar di kawasan asia Pasifik lembaga yang ditunjuk adalah Ramada Plaza Melaka sebagai tempat praktek kerja lapangan selama 6 bulan dan magang guru selama 2 minggu dan Imperia Academy yang memberikan beasiswa penuh untuk pendidikan lanjut.img-20160808-wa0074

sayangnya tahun 2016 MoU ini terkendala dengan kebijakan baru yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Malaysia. Siswa Prakerin kami tertunda karena belum memasuki usia 18 tahun. PKL sebagai bagian dari pembelajaran di SMK difahami secara berbeda. Ada pemahaman yang tidak sampai pada pemerintah malaysia tentang keberdaan siswa PKL SMK. Pemahaman ini  harus kembali disampaikan dengan gamblang bahwa siswa PKL SMK yang datang adalah dalam kaitan dengan pembelajaran dan bukan dalam kaitan untuk mencari pekerjaan.

Untuk berprestasi ada jalan yang mendaki, untuk mempertahankan prestasi pun ada rintangan yang harus dilalui. Kita dengan  semangat dan tindakan kita   yang menentukan kita ini hendak kemana dan ingin menjadi apa. untuk berprestasi maka harus berani, berani mendaki dan berani  menghadapi rintangan. Terus berharap, terus berbuat, terus semangat.

Selalu bermimpi untuk membuat prestasi,ucapkan dengan kata-kata, lakukan dengan tindakan, dan wujudkan dengan bukti. SMKN 33 siapkah terus berprestasi?

SISI LUAR SEKOLAH

September 16, 2016

Ini bulan ke 4 saya berada di SMKN 33.  Awal agustus saya dikunjungi Bapak RW dan RT. Mereka datang bersilaturahmi sekaligus memberi masukan tentang lingkungan luar sekolah yang juga termasuk lingkungan warga.

  1. Area jalan yang tergenang air
  2. Perataan taman sekitar muka sekolah
  3. Pemindahan parkir kendaraan siswa

SMKN 33 Jakarta memiliki area sekitar 2800 M. Bulan Juni 2016 jalan warga di beri bantuan pengaspalan. pengasaplan itu dilakukan dengan sisi sejajar (bagaimana dulu tokoh masyarakat iru bernegossiasi dengan pihak perbaikan jalan ya?). sehingga lekukan jalan yang berada diluar garis tersebut tidak termasuk area yang harus diaspal. kondisi ini mengakibatkan perbedaan tinggi struktur jalan. diantara yang tidak diaspal itu adalah tepat di muka SMKN 33 Jakarta. tidak heran  jika hujan datang depan sekolah kami yang lebih rendah dipenuhi air.

bukan Warga sebetunya yang jengah kami juga. tapi kondisi saat ini membuat kami tidak mudah untuk segra membenahinya. karena itu tidak ada dalam program SMKN 33 tahun ini.

Muka sekolah kami adalah area parkir warga. ada bak-bak bunga permanen berbentuk segitga yang cukup menganggu warga pemarkir mobil. tapi jika itu dihilangkan area muka sekolah kami menjadi gersang. dan itu memang sdh ada sejak sekolah ini didirikan. saya jadi tersenyum  sebetulnya saya tida peru menggubris masukan  ttg perataan taman depan sekolahkarena seharusnya  kalau dirumah area parkir tidak memungkinkan   jangan punya kendaraan melebihi area parkir rumah. Guru-guru saja membatasi diri dan bertindak arif karena sekolah tidak punya area parkir banyak guru yg datang ke sekolah dengan bergojeg ria.

yang harus kami lakukan tentang taman sekitar sekolah adalah merapihkan dan menjaganya agar aman untuk semua. Nyaman dan aman. karena banyak pohon-pohon besar area seolah menjadi kotor dengan daun-daun kering. lebih dari itu cabangnya yang memanjang kesana-sini selain tidak enak dilihat karena membuat sekolah seperti ditengah hutan ternyata menjadi sarana berseluncur siswa yang ingin  meninggalkan sekolah tanpa izin  pada saat jam belajar dengan diam-diam melarikan diri dari  lantai 2 dan 3. Nakalnya anak-anak.. hehe. Tidak terbayang kalau mereka terpeleset, jatuh, kakinya patah dan jika terjadi   hal-hal buruk lain yang  lebih parah dari itu. Walau siswa yang salah tapi pasti jika yang bermasalah adalah pihak sekolah. Terutama penanggung jawab sekolah. Etika umum  yang tidak jelas.

Jadi,  itu yang menjadi fokus peratian kami pertama untuk halaman sekitar luar sekolah. Pasukan oranye dari kelurahan dengan sigap membantu kami merapihkan tanaman2 yang tidak beraturan dan membuat bahaya. Kurangnya area parkir warga arifnya kita duduk bersama dengan warga.

img-20160827-wa0018 img-20160827-wa0019 img-20160827-wa0020 img-20160827-wa0021 img-20160827-wa0022 img-20160827-wa0023 img-20160829-wa0031

Parkir siswa. ini yang masih menjadi PR kami. kebijakan tahun 2015 yang melarang siswa membawa kendaraan sendiri ke sekolah. ada nilai positif dan negatifnya. Nilai positif adalah keamanan siswa dijalan relatif terjaga. namun Bagi sekolah kami yang kurang akses kendaraan umum dan jauh dari jalan utama tentu saja bukan kebijakan yang mendukung. di situasi jalan yang dimana-mana macet pada saat jam sekolah mengakibatkan kami cukup kewalahan menangani keterlambatan siswa. Akibatnya secara diam-diam anak membawa kendaraan dan memarkir di rumah2 warga yang bersedia menampung dan menjaga kendaraannya. Tapi akibatnya jalan depan rumah warga tsb dipenuhi kendaraan siswa dan warga lain komplain karena mengganggu lalu lintas kendraaan mereka.

Hal lain dikendaraan umum pun bukan hal yang aman dari ganguan bagi siswa kami. era tehnologi yang marak membuat beberapa siswa kami kerap menjadi korban penodongan dan harus merelakan enda-benda berharga yang menunjang pembelajaran (HP/laptop).

Memindahkan  pun bukan hal yang mudah karena area parkir kurang dimana-mana. Selain itu, efek parkir siswa ada warga yang terbantu ekonominya dari tip hasil menjaga motor. Dapat ditebak bagaimana reaksi mereka?  Dampak regulasi melarang siswa berkendaraan..

Dan sampai sekarang masalah parkir siswa masih menjadi bahan tindaklanjut kami. bahkan sampai pak RW membuat teguran kedua… sabar ya Pak RW?